Sistem Pernapasan Pada Hewan

Mata pelajaran      :  Ilmu Pengetahuan Alam
Kelas/ Semester     :  V/1
Materi Pokok          :  Organ Pernapasan Hewan 
1. Mengidentifikasi fungsi organ tubuh manusia dan hewan

Kompetensi Dasar
1.1 Mengidentifikasi fungsi organ tubuh manusia.1.2 Mengidentifikasi fungsi organ pernapasan hewan misalnya ikan dan cacing tanah


Seperti halnya manusia, hewan juga bernapas untuk mendapatkan oksigen yang sangat diperlukan bagi kehidupannya. Alat pernapasan beberapa jenis hewan berbeda-beda.

Burung

Saluran pernapasan burung terdiri atas lubang hidung, trakea, bronkus dan paru-paru, tetapi burung juga mempunyai alat bantu pernapasan yang disebut pundi-pundi udara. Pundi udara adalah gelembung yang berhubungan dengan paru-paru. Pundi-pundi udara berfungsi untuk membantu pernapasan pada saat burung terbang dan membantu membesarkan rongga siring sehingga dapat memperkeras suara. Siring adalah alat suara yang ada bagian bawah trakea .
Sistem Pernafasan Burung


Proses pernapasan pada burung terjadi sebagai berikut:  
  • Proses Inspirasi : Saat otot tulang rusuk berkontaksi, tulang rusuk bergerak ke arah depan dan tulang dada bergerak ke bawah, sehingga rongga dada menjadi besar dan tekanan udara dalam rongga dada menurun. Hal ini menyebabkan udara masuk ke dalam paru-paru dan selanjutnya masuk ke dalam pundi-pundi udara.
  • Proses Ekspirasi : Pada waktu otot tulang rusuk mengendur, tulang rusak bergerak ke arah belakang dan tulang dada bergerak ke arah atas. Rongga dada mengecil dan tekanan udara dalam rongga menjadi besar, mengakibatkan udara keluar dari paru-paru. Pada saat yang sama udara dari pundi-pundi udara keluar melalui paru-paru. 

Reptil 
Gambar paru-paru pada reptil
Reptil juga bernapas dengan paru-paru. Saluran pernapasan terdiri dari lubang hidung, trakea, bronkus dan paru-paru. Pengambilan oksigen dan pengeluaran karbondioksida terjadi di dalam paru-paru. Keluar masuknya udara dari dan keluar paru-paru karena adanya gerakan-gerakan dari tulang rusuk.

Katak

Sebagaimana proses metamorfosis atau perubahan bentuk yang dialaminya, alat pernapasan katak juga berubah-ubah. Pada waktu muda berupa berudu katak bernapas dengan insang luar yang terdapat di bagian belakang kepala. Insang tersebut selalu bergetar yang mengakibatkan air di sekitar insang selalu berganti. Oksigen yang terlarut dalam air berdifusi di dalam pembuluh kapiler darah yang terdapat dalam insang.
Setelah beberapa waktu insang luar ini akan berubah menjadi insang dalam dengan cara terbentuknya lipatan kulit dari arah depan ke belakang sehingga menutupi insang luar. Saat dewasa katak hidup di darat, alat pernapasan utamanya adalah paru-paru. Selain dengan paru-paru, oksigen dapat berdifusi dalam rongga mulut yaitu melalui selaput rongga mulut dan juga melalui kulit.

Ikan
Gambar Sistem Pernafasan Ikan

Ikan  bernapas dengan empat pasang insang yang terdapat pada sisi kiri dan kanan kepala. Insang yang ditutup oleh tutup insang (operkulum). Proses pernapasan pada ikan adalah dengan cara membuka dan menutup mulut secara bergantian dengan membuka dan menutupnya tutup insang.

Pada waktu mulut membuka, air masuk ke dalam rongga mulut sedangkan tutup insang menutup. Oksigen yang terlarut dalam air masuk berdifusi ke dalam pembuluh kapiler darah yang terdapat dalam insang.

Dan pada waktu menutup, tutup insang membuka dan air dari rongga mulut keluar melalui insang. Bersamaan dengan keluarnya air melalui insang, karbondioksida dikeluarkan. Pertukaran oksigen dan karbondioksida terjadi pada lembaran insang.

Pada ikan-ikan yang hidup di perairan yang berlumpur, misalnya ikan lele, terdapat lipatan-lipatan pada insang yang disebut labirin. Ikan-ikan tertentu juga mempunyai gelembung napas yang berfungsi sebagi tempat menyimpan cadangan udara.


Serangga
Gambar Serangga
 
Sistem pernapasan pada serangga disebut sistem trakea. Oksigen yang dibutuhkan oleh  tidak diedarkan oleh darah tetapi diedarkan oleh trakea yang bercabang-cabang ke seluruh tubuh. Cabang kecil trakea yang menembus jaringan tubuh disebut trakeolus. Masuknya udara untuk pernapasan tidak melalui mulut melainkan melalui stigma (spirakel).

Proses pernapasan pada serangga terjadi sebagai berikut.
Dengan adanya kontraksi otot-otot tubuh, maka tubuh serangga menjadi mengembang dan mengempis secara teratur. Pada waktu tubuh serangga mengembang, udara masuk melalui stigma, selanjutnya masuk ke dalam trakea, kemudian ke dalam trakeolus dan akhirnya masuk ke dalam sel-sel tubuh. Selanjutnya Oksigen masuk ke dalam sel-sel tubuh. Karbondioksida hasil pernapasan dikeluarkan melalui sistem trakea juga yang akhirnya dikeluarkan melalui stigma pada waktu tubuh serangga mengempis.
Gambar Cacing Tanah

Cacing tanah tidak mempunyai alat pernapasan khusus. Cacing tanah bernapas melalui kulit. Kulitnya banyak mengandung kelenjar lendir, sehingga kulit tubuhnya menjadi basah dan lembab. Oksigen yang diperlukan oleh tubuhnya masuk melalui seluruh permukaan tubuh secara difusi. Pengeluaran karbon dioksida juga melalu permukaan tubuh.


Coba ingat kembali!

I.  Pasangkanlah!
     ( kalau tidak bisa melihat skor, klik fullsceen di pojok kanan bawah yaa!!!



II. Jawablah
1. Burung memiliki alat pernapasan berupa… dan ….
2. Burung mengisi pundit-pundi udaranyapada saat ....
3. Buaya bernapas menggunakan….
4. Berudu bernapas dengan….
5. Insang pada ikan berjumlah….
6. Lipatan pada insang yang terdapat pada ikan-ikan yang hidup di tempat berlumpur atau tempat yang kurang oksigen disebut….
7. Muara pada trakea disebut….
8. Cacing bernapas menggunakan….
9. Mamalia bernapas dengan….
10. Ikan paus dan ikan lumba-lumba bernapas dengan ….
11. Fungsi gelembung renang pada ikan adalah untuk ....
12. Fungsi pundit-pundi udara pada burung adalah ....
13. Paus sering muncul ke permukaan air untuk ....
14. Tiga contoh hewan yang bernapas dengan trakea adalah ....
15. Proses penyerapan oksigen oleh ikan di dalam air adalah ....


Jika kamu dapat menjawab semua pertanyaan di atas, berarti kamu telah memahami materi ini, jika belum coba pelajari dari awal lagi! Semoga sukses!





2 Komentar untuk " Sistem Pernapasan Pada Hewan "

Back To Top