Sistem Pencernaan Kita

Makanan apa saja yang sudah kalian makan hari ini? 
Mungkin nasi dengan lauk ayam goreng atau telur mata sapi? atau bakso? atau mungkin sayur bayam yang menyehatkan? Pernahkan kalian berpikir apa saja yang terjadi dengan makanan lezat yang kita makan setelah melewati kerongkongan kita?
Di dalam tubuh kita makanan melalui berbagai proses dalam sistem pencernaan kita sebelum akhirnya bahan-bahan yang tidak dibutuhkan tubuh dikeluarkan melalui anus. Mari kita pelajari bersama organ tubuh yang menyusun sistem pencernaan kita.


Organ pencernaan
Organ pencernaan makanan pada manusia terdiri dari :
1. Rongga Mulut, 2. Esofagus
3. Lambung
4. Usus Halus
5. Usus Besar
6. Rektum
7. Anus.

A.  Rongga Mulut
rongga-mulut

Mulut merupakan saluran pertama yang dilalui makanan. Pada rongga mulut, makanan dicerna secara mekanis dan kimiawi. Pencernaan mekanis di sini adalah proses penghancuran makanan dengan cara mengunyah menggunakan . Pencernaan secara kimiawi dibantu oleh kelenjar pencernaan untuk membantu pencernaan makanan. Pada Mulut terdapat :
  a.Gigi
Memiliki fungsi memotong, mengoyak dan menggiling makanan menjadi partikel yang lebih kecil. Berdasarkan bentuknya, gigi manusia dibedakan menjadi 3 : gigi seri, gigi taring , dan gigi geraham. Setiap jenis gigi mempunyai bentuk dan fungsi yang berbeda.


1)  Gigi seri 
Gigi seri adalah gigi yang letaknya di bagian depan. Kita mempunyai empat gigi seri pada rahang atas, dan empat lainnya pada rahang bawah. Bentuk gigi seri menyerupai baji, sedang fungsinya untuk memotong makanan. Pada bayi, gigi serilah yang pertama kali tumbuh.

2) Gigi Taring
Gigi taring terletak di sebelah gigi seri, jumlahnya ada empat buah. Bentuk gigi taring runcing dan tajam, sehingga dapat digunakan untuk mengoyak makanan.

3) Gigi geraham kecil / gigi geraham depan
Pada gigi susu (gigi bayi ) tidak terdapat gigi geraham kecil. Gigi jenis ini biasanya baru tumbuh pada usia sekitar 9 tahun. Pada anak diusia 9 tahun keatas, gigi geraham utama mereka akan mulai copot dan posisinya akan digantikan dengan gigi geraham kecil. Jumlahnya ada 8 buah. Gigi geraham kecil berbentuk semacam kubus dan berguna untuk menumbuk dan menghancurkan makanan.

4) Gigi Geraham Besar
Pada gigi susu, ada 8 buah gigi geraham, yang kemudian tanggal dan digantikan gigi geraham kecil, kemudian disusul tumbuhnya gigi geraham besar secara bertahap:
-  Gigi geraham besar 1 6-7 thn 6-7 thn
-  Gigi geraham besar 2 11,5-12,5 thn 11-13 thn
-  Gigi geraham besar 3 17 - 21 thn 17-21 thn
Sebagaimana geraham kecil, geraham besar berbentuk kubus dan berfungsi untuk mengunyah, hanya saja ukurannnya lebih besar.



 b.Lidah
Memiliki peran mengatur letak makanan di dalam mulut serta mengecap rasa makanan.

c.Kelenjar Ludah
Ada 3 kelenjar ludah pada rongga mulut. Ketiga kelenjar ludah tersebut menghasilkan ludah sekitar 1 sampai 2,5 liter ludah setiap harinya.  Fungsi ludah adalah melumasi rongga mulut serta mencerna karbohidrat menjadi disakarida ( gula ) . Di dalam air ludah terdapat enzim amilase. Enzim inilah yang dapat merubah karbohidrat menjadi gula.


B.  Esofagus (Kerongkongan)
Merupakan saluran yang menghubungkan antara rongga mulut dengan lambung. Panjangnya kurang lebih 25 cm. Pada pangkal kerongkongan  terdapat daerah yang disebut faring. Pada faring terdapat klep, yang disebut epiglotis. Epiglotis mengatur makanan agar tidak masuk ke trakea (tenggorokan). 

Fungsi esophagus adalah menyalurkan makanan ke lambung. Dinding kerongkongan mengandung kelenjar yang mengeluarkan musin untuk membasahi jalan makanan.
Agar makanan dapat berjalan sepanjang esophagus, terdapat gerakan peristaltik (gerakan meremas). Gerak ini mendorong gumpalan makanan ke lambung dengan cepat dalam waktu kurang lebih enam detik. Makanan di dalam kerongkongan tidak mengalami pencernaan.


C.  Lambung
lambung
Lambung adalah kelanjutan dari kerongkongan, berbentuk seperti kantung. Lambung dapat menampung 1 - 2 liter makanan. Dalam lambung juga terdapat gerakan peristaltik, yang menyebabkan makanan teraduk-aduk. Pada lambung makanan dicerna secara kimiawi dengan bantuan senyawa kimia yang dihasilkan lambung. Senyawa kimiawi yang dihasilkan lambung adalah :
  • Lipase , memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. (lipase yang dihasilkan sangat sedikit)
  • Renin , Mengendapkan protein pada susu (kasein) dari air susu
  • Mukus , Melindungi dinding lambung dari kerusakan akibat asam HCl.
  • Asam klorida (HCl)
Fungsi HCI dalam lambung :
  1.  Merangsang keluamya sekretin
  2.  Mengaktifkan Pepsinogen menjadi Pepsin untuk memecah protein.
  3.  Desinfektan
  4.  Merangsang keluarnya hormon Kolesistokinin yang berfungsi merangsang empdu mengeluarkan getahnya.
Hasil penggerusan makanan di lambung secara mekanik dan kimiawi akan menjadikan makanan menjadi semacam bubur yang disebut bubur kim.



D.  Usus Halus

Setelah makanan keluar dari lambung, makanan masuk ke usus halus . 
usus-halus 
Usus halus terbagi menjadi tiga bagian. 
Bagian pertama yaitu usus dua belas jari atau duodenum, yang merupakan bagian usus yang berperan menyesuaikan jumlah makanan yang masuk dari lambung, sehingga tidak terlalu banyak atau terlalu sedikit. Bagian ini dinamakan usus dua belas jari, karena panjangnya kurang lebih sepanjang 12 jari orang dewasa. 
Proses pencernaan pada bagian ini dibantu oleh cairan empedu yang dihasilkan oleh hati (Berguna untuk mengemulsikan lemak) , dan enzim yang dihasilkan kelenjar pankreas. Kelenjar pankreas, menghasilkan tiga jenis enzim, yakni :
   a. enzim amilase, untuk mencerna karbohidrat/amilum menjadi zat gula 
   b. enzim tripsin, untuk mencerna protein menjadi asam amino 
   c. enzim lipase, untuk mencerna lemak menjadi asam lemak 

Bagian kedua dinamakan jejunum atau usus kosong. Di jejunum terjadi penyerapan air dan sisa sari makanan melalui jonjot usus. Panjang usus kosong antara 1,5 sampai 1,75 m. di dalam usus ini makanan mengalami pencernaan secara kimiawi oleh enzim yang dihasilkan dinding usus. Enzim-enzim tersebut tersebut dapat memecah molekul makanan menjadi lebih sederhana. Di dalam usus ini makanan menjadi bubur yang lumat dan encer.

Sedangkan bagian ketiga disebut ileum atau usus penyerap. Selain terjadi penyerapan air, di ileum terjadi penyerapan vitamin dan garam-garam mineral. Permukaan dinding ileum dipenuhi oleh jonjot usus atau vili. Jonjot usus menyebabkan permukaan permukaan ileum menjadi luas sehingga proses penyerapan sari makanan dapat berjalan baik. Penyerapan sari makanan oleh usus halus disebut absorpsi.
Sari-sari makanan yang diserap kemudian diedarkan ke seluruh tubuh melalui sistem peredaran darah.

E.  Usus Besar (Kolon)
usus-besar 
Usus besar juga disebut kolon. Di dalam usus besar terjadi penyerapan air dan pemadatan sisa makanan, selain itu makanan mengalami pembusukan dengan bantuan bakteri. Pada kolon juga terjadi penyusunan vitamin K.
Pada ujung kolon terdapat suatu bagian yang disebut usus buntu. Usus buntu atau Apendiks merupakan penonjolan kecil yang berbentuk seperti jari, di daerah perbatasan dengan usus halus. Usus buntu mungkin memiliki beberapa fungsi pertahanan tubuh.

F.  Anus

Anus merupakan bagian terakhir dari sistem pencernaan manusia. Anus berfungsi mengeluarkan bahan sisa yang tidak tidak bisa dicerna oleh tubuh. Sebelum dikeluarkan, bahan-bahan sisa pencernaan tersebut disimpan dalam pangkal anus yang disebut rektum.

 

Gangguan Sistem Pencernaan
Beberapa gangguan yang dapat terjadi pada saluran pencernaan kita antara lain:


 1.  Tukak Lambung
Maag atau radang lambung atau tukak lambung adalah gejala penyakit yang menyerang lambung dikarenakan terjadi luka atau peradangan pada lambung. Penyebab utamanya adalah gangguan fungsi lambung akibat pola makan yang tidak teratur. Lambung terus memproduksi  asam. Bahkan saat tidur pun lambung menghasilkan asam. Asam lambung diperlukan oleh tubuh untuk mencerna makanan. Jika pola makan dan tidur kita tidak teratur, maka lambung pun akan sulit beradaptasi. Akibatnya lambung akan memproduksi asam dalam jumlah besar padahal tubuh kita belum memerlukannya. Jika hal ini terjadi terus menerus, dinding lambung akan terkena iritasi
Orang yang menderita maag akan merasa nyeri di ulu hati, mual hingga muntah, dan mulut terasa asam. Pada tahap yang parah
Tukak lambung dapat menyebabkan berlubangnya dinding lambung sehingga isi lambung jatuh di rongga perut

Penyebab maag yang lain adalah stress. Ketika kita stres akan terjadi perubahan hormon yang merangsang produksi asam di lambung, sehingga asam lambung yang berlebihan ini akan melukai lambung.

Beberapa jenis makanan yang terlalu pedas atau asam juga dapat memperparah  sakit maag.

Agar terhindar dari sakit maag, kita harus mendisiplinkan diri. Makan, tidur juga berolahraga secara teratur.Olahraga selain mengurangi stres bisa membuat tubuh bugar dan sehat. Selain itu janganlah mengkonsumsi makanan yang terlalu asam atau pedas secara berlebihan.


2. Apendikitis
Apendiktis adalah radang usus buntu.
Penyebab apendisitis belum diketahui dengan pasti.
Pada kebanyakan kasus, peradangan dan infeksi usus buntu didahului oleh adanya penyumbatan di dalam usus buntu. Bila peradangan berlanjut tanpa pengobatan, usus buntu bisa pecah.
Apendisitis memiliki gejala kombinasi yang khas, yang terdiri dari mual, muntah dan nyeri yang hebat di perut kanan bagian bawah. Nyeri bisa secara mendadak dimulai di perut sebelah atas atau di sekitar pusar, lalu timbul mual dan muntah. Pada bayi dan anak-anak, nyerinya bersifat menyeluruh, di semua bagian perut.
Setelah beberapa jam, rasa mual hilang dan nyeri berpindah ke perut kanan bagian bawah. Demam bisa mencapai 37,8 - 38,8? Celsius.
Bila usus buntu pecah, nyeri dan demam bisa menjadi berat. Infeksi yang bertambah buruk bisa menyebabkan syok.

 


3.  Mencret (Diare)
Diare terjadi karena adanya rangsangan yang berlebihan pada mukosa usus sehingga gerakan otot usus meningkat dan makanan kurang terserap secara sempurna. Diare termasuk gangguan perncernaan yang paling sering muncul terutama pada anak-anak.

Diare dapat disebabkan

  • Infeksi oleh bakteri, virus atau parasit.
  • Alergi terhadap makanan atau obat tertentu.
  • Infeksi oleh bakteri atau virus yang menyertai penyakit lain seperti: Campak,     Infeksi telinga, Infeksi tenggorokan, Malaria, dll.
  • stres
  • Pemanis buatan
Di Indonesia, sebagian besar diare pada bayi dan anak disebabkan oleh infeksi virus maupun bakteri parasit. Organisme-organisme biasanya masuk ke dalam sistem pencernaan bersama makanan. Virus maupun bakteri parasit ini mengganggu proses penyerapan makanan di usus halus. Dampaknya makanan tidak dicerna kemudian segera masuk ke usus besar.

Makanan yang tidak dicerna dan tidak diserap usus akan menarik air dari dinding usus. Di lain pihak, pada keadaan ini proses transit di usus menjadi sangat singkat sehingga air tidak sempat diserap oleh usus besar. Hal inilah yang menyebabkan tinja berair pada diare.

Sebenarnya usus besar tidak hanya mengeluarkan air secara berlebihan tapi juga elektrolit. Kehilangan cairan dan elektrolit melalui diare ini kemudian dapat menimbulkan dehidrasi. Dehidrasi inilah yang mengancam jiwa penderita diare.

Selain karena virus, diare juga bisa terjadi akibat kurang gizi, alergi, tidak tahan terhadap laktosa, dan sebagainya. Bayi dan balita banyak yang memiliki intoleransi terhadap laktosa dikarenakan tubuh tidak punya atau hanya sedikit memiliki enzim laktose yang berfungsi mencerna laktosa yang terkandung susu sapi. Ini biasa terjadi pada bayi yang tidak mengkonsumsi ASI

Tidak demikian dengan bayi yang menyusu ASI. Bayi tersebut tidak akan mengalami intoleransi laktosa karena di dalam ASI terkandung enzim laktose. Disamping itu, ASI terjamin kebersihannya karena langsung diminum tanpa wadah seperti saat minum susu formula dengan botol dan dot.

Diare dapat merupakan efek sampingan banyak obat terutama antibiotik. Selain itu, bahan-bahan pemanis buatan sorbitol dan manitol yang ada dalam permen karet serta produk-produk bebas gula lainnya menimbulkan diare. Hal ini terjadi pada anak-anak dan dewasa muda yang memiliki kadar dan fungsi hormon yang normal, kadar vitamin yang normal dan tidak memiliki penyebab yang jelas dari rapuhnya tulang.

Gejala Diare
Gejala diare atau mencret adalah tinja yang encer dengan frekuensi 4 x atau lebih dalam sehari, yang kadang disertai:

  •     Muntah
  •     Badan lesu atau lemah
  •     Panas
  •     Tidak nafsu makan
  •     Darah dan lendir dalam kotoran
Diare bisa menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit (misalnya natrium dan kalium), Pada bayi hal ini ditandai bayi menjadi rewel atau terjadi gangguan irama jantung maupun perdarahan otak. Tada tahap selanjutnya dapat timbul dehidrasi (kekurangan cairan). Salah satu indikator dehidrasi adalah semakin jarang buang air kecil. Dehidrasi ringan hanya menyebabkan bibir kering. Dehidrasi sedang menyebabkan kulit keriput, mata dan ubun-ubun menjadi cekung (pada bayi yang berumur kurang dari 18 bulan). Dehidrasi berat bisa berakibat fatal, biasanya menyebabkan syok bahkan kematian.

Penularan diare
Diare dapat ditularkan melalui tinja yang mengandung kuman penyebab diare. Tinja tersebut dikeluarkan oleh orang sakit atau pembawa kuman yang buang air besar di sembarang tempat. Tinja tadi mencemari lingkungan misalnya tanah, sungai, air sumur. Orang sehat yang menggunakan air sumur atau air sungai yang sudah tercemari, kemudian menderita diare.
Lalat juga dapat menjadi biang penularan diare. Lalat suka hinggap di tempat-tempat yang kotor seperti yang sangat mungkin mengandung kuman penyebab diare. Kuman tersebut akan menempel pada kaki lalat, sehingga jika kemudian lalat tersebut hinggap pada makanan atau miuman. Orang yang mengkonsumsinya akan terkena diare.

Penanganan diare /mencret
JIka penderita adalah anak yang masih minum ASI, tetaplah anak disusui walaupun anak menderita diare.
Pertolongan pertama pada penderita diare adalah dengan memberikan oralit. Oralit dapat dengan cepat mengganti cairan tubuh yang hilang sehingga dapat mencegah timbulnya dehidrasi.
Minumkanlah cairan oralit sebanyak mungkin penderita mau. 1 bungkus kecil oralit dilarutkan ke dalam 1 gelas air masak (200 cc).
Kalau tidak ada oralit, kita dapat membuat larutan gula garam (LGG) :

Ambillah air teh (masak) 1 gelas. Masukkan dua sendok teh peres gula pasir, dan seujung sendok teh garam dapur. Diaduk rata dan diberikan kepada penderita sebanyak mungkin ia mau minum. Bila diare tak terhenti dalam sehari atau penderita lemas sekali bawalah segera ke Puskesmas..

Bagaimana cara mencegah diare ?

  • Buang air besar di Jamban (WC), tidak di kali, pantai, sawah atau sembarang tempat.
  • Cuci tangan sebelum makan, dan sesudah buang air besar.
  • Minum air dan makanan yang sudah dimasak
  • Memberikan ASI pada anak selama mungkin, di samping makanan lainnya sesuai umur(hingga 2 tahun) karena bayi yang minum susu botol lebih mudah diserang diare dari pada bayi yang disusui ibunya.
  • Tidak membeli makanan di sembarang tempat, apalagi jika makanan tersebut tidak terjaga kebersihannya
  • Membiasakan menyimpan makanan pada tempat yang tertutup agar tidak dihinggapi lalat
4. Cacingan
Cacingan merupakan salah satu penyakit menular yang mengganggu sistem pencernaan makanan kita. Cacing menghisap sari-sari makanan atau darah, sehingga dapat mengurangi asupan gizi bagi tubuh kita. Ada 5 jenis cacing yang menjadi penyebab cacingan pada manusia, yakni :

1. Cacing Gelang (Ascaris Lumbricoides)
Cacing gelang adalah cacing yang paling umum menginfeksi manusia.  Cacing gelang dewasa berukuran 10 – 30 cm dengan tebal sebesar pensil dan dapat hidup hingga 1 sampai 2 tahun.
Cacing gelang menular melalui makanan dan minuman yang mengandung telurnya. Ketika sekelompok telur cacing tertelan dan memasuki usus, mereka menetas menjadi larva. Larva kemudian beredar melewati dinding usus, menuju paru-paru melalui aliran darah. Selama tahap ini, akan timbul gejala seperti batuk (bahkan batuk cacing) dapat terjadi. Dari paru-paru, larva memanjat melalui saluran bronkial ke tenggorokan, di mana mereka kemudian tertelan melalui ludah. Larva lalu kembali ke usus kecil  hingga tumbuh menjadi dewasa, kawin, dan bertelur dalam 2 bulan setelah telur menetas.
Seekor cacing betina dapat memproduksi hingga 240.000 telur dalam sehari, yang kemudian dibuang ke dalam tinja dan menetas di dalam tanah.
Cacingan ringan biasanya tidak menimbulkan gejala. Gejala baru muncul pada cacingan yang parah.

2. Cacing kremi ( Enterobius vermicularis)
Seperti halnya cacing gelang, cacing kremi atau cacing kerawit hanya menginfeksi manusia, Anda tidak bisa tertulari cacing ini dari hewan peliharaan.
Telur cacing kremi dapat menempel pada tangan melalui kotoran manusia. Ketika tangan Anda yang tercemar masuk ke mulut Anda, telur dapat masuk ke dalam tubuh, menetas dalam usus kecil dan bergerak turun ke usus besar. Di sana cacing  kremi melekat pada dinding usus dan makan. Ketika mereka siap bertelur, cacing pindah dan bertelur pada kulit berlipat di sekitar dubur. Saat itulah Anda mungkin curiga terkena cacingan karena merasakan gatal-gatal di sekitar anus (pruritus) yang biasanya lebih intens di malam hari. Dibutuhkan waktu sekitar satu bulan dari menelan telur cacing ke merasakan gatal-gatal di anus. Cacing kremi dewasa berukuran 3-10 mm sehingga bisa dilihat dengan mata telanjang.

Telur cacing kremi dapat bertahan hidup hingga tiga minggu. Karena bentuknya yang sangat kecil, Anda tidak dapat melihatnya sehingga bisa tanpa sengaja tertulari ketika menggunakan baju, kasur, bantal, mainan anak, uang kertas, peralatan makan, atau peralatan mandi/toilet.

Untuk memastikan apakah gatal-gatal disebabkan oleh cacing kremi, Anda dapat meletakkan sepotong selotip di anus. Semua cacing atau telur akan menempel ke selotip. Lalu bawalah selotip itu ke dokter untuk diperiksa.

3. Cacing tambang
Cacing tambang bisa menginfeksi manusia maupun mamalia lain seperti kucing dan anjing.
Cacing tambang dewasa berada dalam usus kecil manusia, di mana mereka melekatkan diri di dinding usus dengan mulut mereka. Mereka makan darah dan menyebabkan perdarahan di usus yang ditempati.
Cacing betina memproduksi telur cacing, yang dikeluarkan lewat tinja. Jika tinja jatuh ke tanah, dan cuaca hangat, telur cacing akan menetas menjadi larva dalam waktu sekitar dua hari. Larva kemudian menjadi dewasa dalam seminggu, dan dapat bertahan untuk waktu yang lama jika kondisi mendukung. Larva yang mendapatkan kontak dengan kaki telanjang manusia akan menembus kulit kaki dan masuk ke paru-paru melalui sirkulasi darah. Larva kemudian bergerak ke saluran udara menuju tenggorokan dan tertelan. Mereka menuju ke usus kecil. Larva lalu melekat pada dinding usus dan berkembang menjadi cacing dewasa. Pada sekitar usia lima bulan, cacing mulai memproduksi telur.
Infeksi cacing tambang biasanya tidak memberikan gejala spesifik. Anemia (kekurangan darah) dan keluhan terkait peradangan usus  seperti mual, sakit perut dan diare adalah beberapa gejala yang mungkin timbul.

4. Cacing cambuk (trichinella spiralis)
Cacing cambuk dewasa mencapai panjang sekitar 1- 2 mm. Manusia terinfeksi  karena memakan daging mentah atau setengah matang dari hewan yang terinfeksi, terutama babi, babi hutan, dan beruang. Larva yang baru lahir bermigrasi melalui aliran darah dan jaringan tubuh, tetapi akhirnya hanya bertahan di sel otot rangka lurik. Gejala awal infeksi cacing cambuk termasuk edema, nyeri otot, dan demam.

5. Cacing pita (Taenia saginata dan Taenia solium)
Cacing pita adalah parasit manusia dan hewan ternak. Ada dua jenis cacing pita yang menjadikan manusia sebagai inang antara maupun inang permanen:

a. Cacing pita sapi (Taenia saginata)
Panjang taenia saginata bisa mencapai 8 meter, hampir sepanjang saluran pencernaan manusia dewasa. Cacing pita ini berwarna putih pucat, tanpa mulut, tanpa anus dan tanpa saluran pencernaan. Badannya tidak berongga dan terdiri dari segmen-segmen berukuran 1X1,5 cm. Taenia saginata bisa hidup sampai 25 tahun di dalam usus inangnya.
Selain masalah gizi, kehadiran cacing pita umumnya menyebabkan gejala perut ringan sampai sedang (mual, sakit, dll).

b. Cacing pita babi (Taenia solium)
Taenia solium adalah kerabat dekat Taenia saginata yang memiliki siklus hidup hampir sama, namun inang perantaranya adalah babi. Manusia terinfeksi dengan memakan daging babi berisi kista Taenia solium. Cacing ini sedikit lebih kecil dari Taenia saginata (3-4 m panjangnya), tetapi lebih berbahaya. Berbeda dengan Taenia saginata yang hanya membentuk kista di daging sapi, Taenia solium juga mengembangkan kista di tubuh manusia yang menelan telurnya. Kista tersebut dapat terbentuk di mata, otak atau otot sehingga menyebabkan masalah serius. Selanjutnya, jika tubuh membunuh parasit itu, garam kalsium yang terbentuk di tempat mereka akan membentuk batu kecil di jaringan lunak yang juga mengganggu kesehatan.

Tanda dan gejala yang sering ditemui pada penderita cacingan antara lain:
  1. Perut buncit
  2. Badan kurus
  3. Rambut seperti rambut jagung
  4. Lemas cepat lelah
  5. Pucat dan mata belekan

Bahaya Anak Cacingan antara lain:
  1. Kurang gizi (kurus)
  2. Kurang darah (anemia)
  3. Pertumbuhan terganggu
  4. Biasanya anak lebih pendek
  5. Daya tahan tubuh rendah
  6. Sering sakit-sakitan

Akibat Anak Cacingan dapat berimbas kepada:
  1. Malas belajar
  2. Sering absent / tidak sekolah
  3. Malas bermain
  4. Nilai pelajaran turun / rendah

Cara Penularan
  • Buang Air Besar (BAB), sembarangan kemudian tinja mengandung telur cacing mencemari tanah kemudian telur menempel pada tangan atau kaki kemudian ketika makan masuk kedalam mulut dan terjadi Cacingan
  • BAB sembarangan kemudian tinja yang mengandung telur cacing mencemari tanah kemudian dikerumuni lalat kemudian hinggap ke makanan kemudian dimakan dan terjadi Cacingan.
  • Mengkonsumsi daging binatang (yang tidak dimasak sempurna) yang mengandung larva cacing
  • Larva cacing menembus permukaan kulit

Cara Pencegahan
  • Gunakan air bersih, Saat mengambil air pakailah wadah / tempat yang bersih dsri sumber air sampai ketempat penyimpanan
  • Simpanlah air di tempat yang bersih dan tertutup.
  • Memasak / merebus air sampai mendidih terutama untuk air minum.
  • Mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah makan dan sebelum dan sesudah BAB.
  • Tidak mengkonsumsi daging mentah/setengah matang
  • menggunakan alas kaki
  • Mencuci bersih sayuran yang akan dimakan mentah (lalapan)

Cara Perawatan
1. Minum obat cacing sesuai dosis yang beredar di apotek
2. Mengkonsumsi makanan yang bergizi.
Bila penyakit cacingan tidak sembuh segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat seperti Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik ataupun Dokter Praktik.



5.  Konstipasi (Sembelit)

Sembelit ini disebabkan karena kurang mengkonsumsi makanan yang berupa tumbuhan berserat dan banyak mengkonsumsi daging. Penderita sembelit  mengalami susah buang air besar karena feses menjadi keras dan kering.

Beberapa gangguan lain pada sistem pencernaan antara lain sebagai berikut: Peritonitis; merupakan peradangan pada selaput perut (peritonium).
Gangguan lain adalah salah cerna akibat makan makanan yang merangsang lambung, seperti alkohol dan cabe yang mengakibatkan rasa nyeri yang disebut kolik



Agar terhindar dari gangguan pencernaan seperti uraian di atas, upaya-upaya yang dapat kita lakukan antara lain:
1. Makan secara teratur dengan menu bergizi seimbang dan cukup serat;
2. Menjaga kebersihan makanan, minuman dan peralatan makan;
3. Mengurangi makanan yang terlalu asam atau pedas:
4. Tidak mengkonsumsi alkohol dan zat lain yang merusak organ pencernaan.

Sumber:
http://id.shvoong.com/exact-sciences/1999222-kerongkongan/#ixzz1qiFbCEsk
http://sikatgigipagimalam.com/node/11
http://www.tanyapepsodent.com/node/36406
http://id.wikipedia.org/wiki/Lambung
http://siip.blogdetik.com/2012/03/30/cara-mengatasi-diare/
http://blogdokter.blogdetik.com/2011/10/09/cacingan-cara-penularan-dan-pengobatan/



Selanjutnya, ayo berlatih!

1.    Sebutkan alat pencernaan manusia secara urut!
2.    Jelaskan proses yang terjadi pada makanan dalam organ-organ berikut!
              a. mulut
              b. lambung
              c. usus halus
              d. usus besar
3.    Sebut enzim yang dihasilkan pada usus halus dan jelaskan fungsinya!
4.    Sebut beberapa penyakit yang menyerang pada alat pencernaan!
5.    Bagaimana cara memelihara alat pencernaan?
0 Komentar untuk " Sistem Pencernaan Kita "

Back To Top